Sabtu, 21 Desember 2013

aku sayang ibuku.



8 agustus 1996 terdengar samar samar suara seperti anak bayi yang baru lahir,padahal mlam itu jam menunjukan pukul 00.20 kemudian aku terjaga sesaat setelah bapak ku membangunkanku untuk keluar rumah,jelas sekali aku mendengar tangisan ibu yang menjerit-jerit memecah keheningan malam,saat itu aku hanya duduk di luar rumah seorang diri karna bapak ku kembali masuk kamar,yang dulu tak ku pahami apa yang terjadi.
Dinginnya malam ternyata menhanyutkan aku dalam nyenyaknya tidur di sofa luar yang dingin,namun saat aku tersadar esok pagi aku terbangun,dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka karna semalam aku sempat terbangun,aku melihat seorang bayi mungil tidur pulas masih merah di pelukan ibu,ibu pun tersenyum padaku,dan berkata ‘tama sekarang udah jadi kakak,ini adik tama,laki-laki juga’ dengan polosnya aku terdiam,melihat bayi yang di peluk oleh ibu.
Beberapa hari aku hanya memanggilnya adek kecil karna ukurannya yg masih sangat mungkil di bandingkan dengan aku,aku masih umur 5 tahun kala itu, setiap hari saat pagi ibu selalu memandikan adik,mencucipopok  adik yg kotor dan menyusuinya,saat itu aku sedikit iri hati,karna aku merasa ibu lebih sayang pada adik ku yang baru itu,seperti anak kecil lainnya aku adalah anak yang sangat manja,meskipun aku sudah menjadi ‘kakak’.
Muh.ihksan hasbiatama itu namanya,hampir sama dengan namaku,nama itu diambil dari berbagai sumber serta keinginan orang tuaku dengan berbagai harapan yang baik-baik,’hasbi’ itu nama panggilannya,ibu selalu menggendongnya kemanapun ibu pergi,dan aku hanya di tinggal di rumah bersama saudara dari ibu,dengan penuh kasih sayang ibu mengurus adik,selalu di timang di suapin,dan di mandikan,mungkin wajar namun aku hanyalah anak kecil yg penuh dengan keinginan untuk selalu dimanja.
Suatu malam adik kecilku itu rewel sekali tidak mau tidur dan tidak mau minum susu,lalu aku terbangun,melihat ibu yg sedang kebingungan mendiamkan adik ku itu,ibu mengajakku untuk keluar rumah untuk meilhat indahnya bintang malam itu,siapa tau adik bisa diam,ternyata benar tak lama aku di halaman rumah yg gelap dan dingin itu,bintangnya sangat lah indah,tanpa aku sadari,ternyata adikku sudah tertidur pulas,dan ibu mengajakku masuk ke rumah untuk kembali tidur,tanpa aku tahu saat itu ibu tidur atau tidak.
5 tahun berlalu,dan kini aku menginjak kelas 6 di sekolah dasar,sedang seru-serunya bermain di sawah bersama teman-teman karna aku adalah orang yg tinggal di desa dan tak asing dengan sawah serta lumpur saat aku bermain.
Saat itu aku ingat betul bagaimana besarnya perut ibu,dan bagaimana ssusahnya ibu untuk berjalan,karna perutnya yg sangat lah besar,dan makin membesar setiap hari,namun ibu tetap saja melakukan aktifitas biasa,mengajar di sekolah,memasak makanan kesukaanku,dan menyucikan baju aku dan adikku.
Sampai suatu sore aku tak menemui ibuku di rumah,aku pikir masih di sekolahan karna ibu adalah seorang guru di suatu sekolah menengah atas,karna tidak ada bapak dan ibuku,aku yg memandikan adikku hasbi sore itu,dan menyuapinya makan malam,sampai pukul 22.00 bapakku pulang dan mengambil baju-baju ibu dan beberapa kain,dan berkata padaku ‘ibu mau ngelahirin,tama jaga adik rumah ya,doain ibu’ aku ingat betul kala itu.
Dalam fikiranku terbayang malam hari saat adikku hasbi itu lair keduia untuk pertama kalinya,serta jerita-jeritan yang terdengar sangat menyakitkan,tanpa sadarternyata adiku hasbi telah lelap tertidur dengan segelas susu yg belum habis yg tadi kubuatkan untuknya agar tidurnya pulas. Aku berdoa agar ibu selamat dan adikku yang lahir adalah perempuan,karna keluarga ku mengharapkan anak seorang perempuan.
pagi itu sekolahku pulang cepat karna hari jumat dan para guru akan mengadakan rapat kenaikan,bapakku ternyata menjemputku dengan sepeda motor dan adikku hasbi sudah ada duduk di depan,’ayo liat adik baru tama’ dengan penuh penasaran sepanjang jalan menuju bidan dimana ibuku melahirkan untuk yg ketiga kalinya.
Jauh dari harapan dan bayanganku,ternyata di samping ibu adalah seorang anak bayi yang cukup besar untuk ukuran bayi,beratnya sekitar 5kg atau 4,5 aku lupa dan ternyata ia adalah laki-laki,ibu menyuruhku untuk menciumnya,aku mencium bayi itu yg belum tau namanya wangi minyak telonnya sangat melekat khas anak bayi,namun hasbi tak mau menciumnya mungkin dia takut atau malah cemburu,ya rasa yg dulu pernah aku rasakan ketika pertama kali menjadi seorang kakak.
Lalu ibu memeluk kami dan berkata,’ibu sayang kalian semua,yang akur ya’ namunraut wajah si hasbi yang m asih polos tetap saja menunjukan wajah cemburunya.

Ini adlah sedikit cerita,yang aku tahu dan aku ingat bagaimana susahnya ibu melahirkan aku serta adik-adikku,ibu yang tak pernah lelah untuk mengurus kita sebagai anaknya,ibu yang selalu sabar,selalu mendukung apapun pilihanku,sehingga aku sebesar ini,di usia ku yg menginjak 21tahun,tidak sedikit air mata ibu yang keluar karna ulah ke kanak-kanakku dan kecerobohannku,namun ibu tak pernah berubah malah semakin bertambah kasih sayangnya pada anak-anaknya.ibuku adlah malaikat hidupku,kalian jangan iri padaku karna aku mempunyai ibu yang kuat,ibu yang selalu menyayangi kami,ibu yang tak pernah lelah untuk terus membesarkan ketiga anak laki-laki.
Yakin lah bu,tama dan adik-adik semua akan selalu ingin membuat ibu dan bapak bahagia,seperti bapak dan ibu yg selalu memenuhi apapun kebutuhan kami.
Selamat hari ibu,aku sayang ibuku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar