Sabtu, 12 April 2014

senandung martabak telur

Seakan waktu berjalan cepat saat kita sedang berbicara tentang hidup,tentang beban hidup yg berbeda diantara kita namun saling memiliki saling memikul satu sama lain.
Malam sudah terlalu akrab bagi kita dinginnya malampun mungkin bosan untuk menembus baju tipis kita yg kebal akan dinginnya malam.
Seakan semua beban lepas saat kita menyatu di setiap malam saat bersama,tertawa memecah kesunyian malam.
Segelas kopi hitam yg kau buat dan satu martabak telur yg kita beli di pinggir jalan,tak pernah lepas menemani menghabiskan malam.
Sekarang malam itu sudah berlalu,dan waktu dengan kejamnya meninggalkan semua itu
Kini hanya satu gelas kopi dan martabak satu porsi yg tak mampu untuk ku habiskan sendiri.
Aku butuh kalian,untuk berbagi beban hidup,untuk saling menertawakan,dan untuk berebut menghabiskan martabak ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar