Rabu, 14 Januari 2015

badai bulan januari.

pukul  1 setelah aku sholat dzuhur serta azhar yg di jamak khosor,karena aku sedang berada di 325 km jarak dari rumah,aku bergegas menyiapkan 'Black' untuk kembali ke BE,ada saja halangan untuk pulang,hujan yg tak kunjung reda,jarak yg lumayan jauh serta rasa malas untuk kembali pulang,detik berganti menit berganti jam,aku putuskan untuk tetap berjalan pulang,meski hujan,sebenarnya aku bawa jas hujannamun aku malas,karena risih,ku pikir hujan ini hanya untuk daerah sini saja,selanjutnya munkin terik matahari mengeringkan jaketku,meski hujan lebat dan jarak pandang yg terbatas,perlahan aku jalan,ku lihat sudah pukul 3 lebih,perutku pun mulai lapar,sementara aku masih jauh di pelabuhan,benar saja hujan dari berangkat hingga aku naik kapal pun masih hujan,aku basah kusup,tak ada bagian yg luput dsri basahnya hujan,setelah di kapal aku mencari tmpat nyaman untuk aku mengobati rasa lapar serta duduk memandangi laut,rasanya malas memandangi laut yg sudah terlalu sering ku lihat,aku asyik saja bersama nasiku,dengan gorengan di sebelahnya,ku santap habis,sayang porsi nya terlalu sedikit untuk perutku yg terasa lapar sejak siang tadi.
petugas dengan nada agak tegas berkata penumpang harap masuk ke ruangn karna cuaca sedang buruk dan gelombang yg agak besar,aku acuh saja,maklum akunsudah terbiasa,bahkan dulu aku hampir pernah tenggelam bersama kapal sebesar ini,aku tetap berada di luar ruangan sambil melihat jam kapan aku tiba di daratan,ternyata hujan lebih tegas menegaskan ku agar aku masuk kedalam ruang penumpang,ku bereskan tas ku dan aku mulai masuk ruangan,kepala ku tiba2 pusing dan ingin 'jackpot' hujan beserta angin benar membuatku menggigil,di tambah lagi baju ku yg basah,rasanya ingin teriak,karna tak kuat menahan dingin ini,baru kali ini aku menggigil d atas kapal,ternyata ruang penumpang banjir di dek atas,akupun turun mencari dek yg di bawah,sampai di bawah suhu badanku mulai membaik karna hangat,sambil duduk di antara manusia yg tak kukenali,ku perhatikan mereka satu persatu,timbul pertanyaan ku pada mereka,siapa mereka?mau kemana mereka? mereka dari mana? apa yg mereka pikirkan tentang suami/istri /pacar mereka?pertanyaan yg malas untk ku cari jawaban nya,tak lama petugas memberi pemgumuman bahwa kapal sudah tiba di dermaga 1,1 jam lebih cepat dari perkiraanku,ternyata sama saja cuaca tak bersahat,hujan deras beserta angin,aku tak peduli aku benci jika harus menginap lagi d sini,aku harus sampai rumah pukul 10 malam ini,ternyata lampu motorku juga enggan bersahabat dengan ku,redup seperti kalah pada gelapnya malam yg di sertai hujan,jarak masih jauh,terlintas terpikir untuk meneduh dan menunggu hingga matahari menerangi jalan,namun prinsip ku tetap ku pegang,anti jas hujan,ya begitu lah aku harus menang dari hujan,tak cukup disitu d pertengahan jalan aku tertutup kabut hujan yg deras lampu njalan yg mati serta lampu motorku yg tak seterang biasanya,rasanya ingin marah pada hujan,namun itu sia sia hujan tak akan berhenti walau aku berteriak,tak peduli akutetap gas motorku,walau pelan,perlahan aku pasti sampai di kota,dua jam kemudian aku sampai rasanya seperti menemukan peradaban bsru.tak seperti biasanya perjalanan ini sangat melelahkan,aku rindu perjalanan yg menyenangkan.
pelajaran dri perjalanan ini, 'berjalan lah pelan,niscaya kau pasti sampai pada tujuan,asal kau tak berhenti apalagi mundur kebelakang.januari 14-01-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar