Senin, 18 Januari 2016

Elnino awal tahun

Ada yg berbeda dengan ahir tahun ini,hujan yg datang tak menentu,panas yg tak kesudahan bahkan malam dingin sekalipun aku masih merasa kepanasan,entah aku saja yg berkulit tebal ayau memang cuaca kini tak bersahabat.

Bahkan ahir desember yg selalu datang dengan badaipun tak kunjung datang sampai ahir bulan,ada apa denganmu desember aku masih merindukanmu dinginnya hujan ahir tahun.tanpa seorangpun tau bahwa aku sedang mencintai hujanmu,dan entah mungkin aku yg masih merindukan dinginnya bulan desember.

Kau tau apa yg berbeda dengan bulan desember tahun kini?
Ya benar yg di sebut di atas memang benar,ada satu cerita mungkin tak bisa kau mengerti dengan hujan di ahir tahun ini,berbeda dengan desmber  3 tahun terahir.
Ada air mata yg tak ingin ku hadirkan diantara indahnya bulan desember.

Satu cita cita dalam hidup yg kembali tak menjadi nyata,setelah berdarah bercucur air mata ku pertahankan namun tuhan berkata lepaskan.
Menangislah untuk satu cinta yg telah lama berlari pergi,biarkan desember ini tak hujan sebab air mata ini cukup membuat desember menjadi sangat dingin .

Hatiku tak tergores dan terluka hanya saja tertinggal

Dalam hidup akan ada dmna kau merasa tertinggal meningalkan dan di patahkan.

Desember kini berlalu,di awal tahun tepat jam 12 pun tak ada yg menurutku berarti selain minuman yg blm terbiasa ku minum,ku beli tadi sore untuk sekedar melupakan yg rerjadi setahun kmrin,lalu aku larut dalam kerasnya beban yg harus ku lupakan,ada hati yg ku pertanyakan dmna akam kembali kumenemukan dan dmna aku harus melupakan , aku larut dan semesta menidurkan aku dengan fajar yg dingin awal tahun.

Kau tahu badai desember sudah berlalu,kini berubah adalah musim pergantian dari hujan ke hujan,elnino kini memang saat nya berganti musim dan berganti hati.

Selamat berjuang untuk hati,selamat jalan untuk yg meninggalkan,selamat datang wahai yg belum ku temukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar