Minggu, 24 Januari 2016

Pagi

Selamat pagi.
Pagiku masih sama,terbangun terlalu siang,telat sholat subuh.begitulah aku,


pagiku masih tentang kamu,masih jelas dering telfon yg mengangguku tidur hingga aku terbangun,bayang2 itu masih ada masih jelas,bahkan sering aku terbangun tanpa telfonmu,hanya untuk membuka handphone ku,ya aku blm terbiasa untuk terbangun sendiri setelah 3thn kamu selalu ada di pagi aku.meski udh 3 bulan lebih bangun tanpa telfon drmu,aku masih bisa bangun dan sholat subuh.

Pagiku pun masih tentang kopi hitamku,kini tak ada lagi yg melarangku untuk meminum kopi pagi hari,dan tak akan pernah ada yg akan membuatkan ku susu hangat pengganti kopi ku.aku sengaja membuat kopi tanpa gula,sebab saat ku teguk kopiku aku selalu teringat kenangan yg begitu manis.

 "Saat kita kehilangan seseorang,saat itulah ia pergi bersama sejuta kenangan"

Kutipan dari sebuah film yg aku lupa judulnya apa,benar,saat kita kehilangan kita membawa kenangan masing2,sertakan pula luka yg memaksa untuk tertawa.

Pagimu akan selalu indah,akan selalu tentang masa depanmu ,tentang cita citamu yg setinggi langgit itu,semoga pagimu akan selalu begitu,hidup yg sempurna dan selalu bahagia.

Aku masih sangat menikmati pagiku,terbangun siang hari,membuat kopi dan mengisi kertas kertas kosong ini dengan cerita.

Kenapa aku memisahkan antara pagimu dan pagiku?
Karna pagi "kita" tlah berlalu.

Selamat Pagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar