Selasa, 09 Februari 2016

Waktu.

Sedetik waktu

Hari yg di lewati tanpa kamu rasanya begitu cepat bahkan rasanya hambar,sering aku lewati hari besar tapi tak seceria kala aku masih bersamamu.

Bersamamu?
Yeah,mungkin sedikit waktu bertemu jika di total dalam kurun waktu kita bersama dr awal hingga terahir lalu,kita memang tak d takdirkan untuk saling berpegangan kala rindu,dan mungkin hanya tersedia peluk peluk rindu itu saja.

Hari besarku tinggal menghitung hari,hari dmna aku mempunyai nama tambahan di belakangku,yg ku jalani hingga 6thn lamanya.

Di awal aku mengerjakan skripsi kau sudah tumpahkan luka di atas mimpi,aku lela,harus dengan air mata mengerjakan tugas ahir ini sendiri,aku berpacu dengan waktu yg hanya tinggal sebentar ini.

Sedetik waktu,mungkin bisa di ulang aku ingin berada dalam kesalahan,agar aku sadar kehilangan bukan pilihan.

Lalu,apa kau bersedia datang dan membawa bunga ketika aku selesai sidang? Atau datang ke wisuda ku,seperti aku datang ke wisuda mu bersama org tua mu?

Aku ingin hari itu cepat berlalu,lupakan siang itu,lupakan makan bersama di meja yg sama.
Membeli sate untuk di bawa ke hotel,mengantarkan kau mengirim paket mu malam malam.

Apakah wisuda ku seindah itu?mungkin yg tersedia hanya air mata.

Kamu tau apa yg menyedihkan dari kehilangan?adalah dmn kamu tak dapat menemukan dirimu dalam hatinya.

Minggu, 07 Februari 2016

Hari ini 7 febuari
Sore itu ketika kesepian hinggap disela sela senja,setelah aku terjaga dr lelahnya hibernasi di siang hari.

Kembali teringat rindu yg mencuat sampai mukaku pucat.

Aku tak boleh merindukan seseorang yg bukan miliku lagi.

Terbesit hati dalam semua mimpi yg pernah di jalani.

Malam ini aku larut dalam tawa,berbagi cerita pada sahabat-sahabatku yg setia menemani sepi,serta tak pula gadis di sebrang sana yg mau merelakan waktunya untuk sekedar aku bercerita tentang gundah gulana yg kurasa.

Malam ini aku menuju hotel bintang 5,bukan untuk menghabiskan malam disana atau sekedar duduk dengan para gadis malam.

Sekedar meluangkan waktu untuk sekedar melihat pertandingan sepak bola,antara chelsea dan MU,kau tau sekali aku tak ada di antara kedua itu.

Sialnya kami terlambat,sampai kami putuskan untuk menuju tmpt "nongkrong" yg asyik.

Yha kami ada di sebuah cafe.

Waktu pertandingan selesai.
Waktu menunjukan pukul 01.29

Waktunya pulang.

Setelah sekian lama lupa rasanya pulang larut,serta rintik hujan yg tak bersahabat menembus celana jeansku yg sobek dengkulnya.

*hujan akan menemaniku tidur nanti"
Pikirku dalam angan.

Jalanan lumayan masih ramai,tak seperti biasanya padahal ini hujan.

Ku tarik gas pol sepeda motorku,kali ini aku tak mengunakan motor sport ku.

Butuh waktu 15menit untuk sampai d kamar tercintaku dan menuliskan cerita.

Lama tak ada yg menyuruhkununtuk selalu bergegas pulang,walau kau tak ada disini aku merasa kau menjagaku.

Aku selalu kau jaga,sampai lupa aku untuk menjagamu.
Hingga kini,kau bersama yg lain.

Kelak aku akan menjaga pasanganku,sampai aku lupa jika aku pernah menjaga mu.

Malam semakin larut 2 botol minuman tadi cukup membuatku ingin melayang.

Terima kasih teman.